Buku Tahunan Digital

Budaya buku tahunan di Sekolah, tidak bias dihindari atau dihapuskan karena perspektif pelajar dan sekolah adalah untuk menjadikan buku tahunan sebagai arsip atau dokumentasi yang dikembangkan dalam kreativitas lalu dijadikan dengan tampilan, bentuk, model dan kemasan desain yang menarik.
Semakin berkembangnya dunia digital teknologi dan perkembangan masyarakat dan kebutuhan siswa saat ini, menjadikan buku tahunan bukan lagi hanya sebagai media dokumentasi saja, akan tetapi sebagai media publikasi dan promosi. Hal seperti inilah yang dikatakan beradaptasi sesuai dengan perkembangan teknologi, meskipun tidak serta merta langsung menghapus media yang lama atau tradisional.
Buku tahunan yang sebelumnya berbentuk buku hasil dari foto, desain dan cetak akan perlahan berubah menjadi buku digital yang di kemas dari foto, desain, cetak dan publikasi ke website atau mobile apps (Aplikasi Android, iOS, dan lainnya).
Seliring berjalan mungkin dalam bentuk cetak akan hilang, karena kebutuhan saat ini adalah publikasi media online lalu di share ke media social dan lainnya. Selain data yang dapat diakses kapan dan dimanapun juga mudah untuk dicari suatu saat jika dibutuhkan. Sementara dalam bentuk cetak akan terkendala dalam hal penyimpanan atau keamanan karena berbentuk kertas.
Buku tahunan atau year book perlahan akan berganti menjadi buku digital tahuanan atau e-year book dan dapat memudahkan sekolah juga dinas pendidikan dalam mengelola data siswa serta data alumni yang selalu dapat dilihat dan di komunikasikan. Reuni alumni juga akan membuat semakin menarik untuk mengingat kembali dengan membuka lembaran digital melalui website atau mobile apps.

Share :